5 Fakta Menarik Elon Musk, Pendiri Perusahaan Tesla dan SpaceX
1. Lahir di Afrika Selatan dan pindah ke Kanada pada usia 17 tahun
Elon Musk lahir di Pretoria, Afrika Selatan dari orang tua bernama Errol dan Maye Musk. Semenjak lahir, dia terus tinggal di wilayah itu sampai dia pindah ke Kanada pada usia 17. Tiga tahun kemudian, ia pindah ke Amerika Serikat untuk belajar bisnis dan fisika di University of Pennsylvania di Philadelphia.
Elon Musk memiliki kewarganegaraan Afrika Selatan, Kanada, dan Amerika Serikat (AS). Saat ini, dia tinggal di Los Angeles, California.
2. Mulai belajar pemrograman computer di usia 9 tahun
Musk dilaporkan mempelajari sendiri dasar-dasar pemrograman komputer ketika dia baru berusia 9 tahun. Tiga tahun kemudian atau ketika usianya mencapai 12 tahun, Musk membangun game PC bertema luar angkasa bernama Blastar. Dia kemudian menjual kode untuk Blastar seharga 500 dolar ke majalah komputer.
Game yang memuat unsur pesawat ruang angkasa ini masih bisa dimainkan secara online saat ini, sebagaimana dilaporkan Clean Technica.
3. Pernah jualan telur Paskah untuk orang kaya
Menurut saudara laki-laki Musk, Kimbal, Musk pernah berjualan telur Paskah keliling bersama Kimbal dan sepupu mereka saat remaja di daerah orang kaya di ibu kota Afrika Selatan.
Telur Paskah yang mereka jual itu bukan telur sembarangan, yaitu telur yang dibanderol dengan harga fantastis. CNBC Make It menyebut harga telur itu mencapai 20 kali lipat biaya pembuatannya.
“Saya membuatnya dengan modal 50 sen dan menjualnya 10 dolar untuk telur Paskah dan saya selalu mendapatkan pertanyaan seperti, ‘Mengapa Anda menagih 10 dolar untuk telur Paskah kecil ini?’” kata Kimbal kepada CNBC Make It dalam sebuah wawancara pada 2017.
“Dan saya seperti, ‘Baiklah, Anda mendukung seorang kapitalis muda. Dan kenyataannya adalah jika Anda tidak membelinya dari saya, Anda tidak akan mendapatkannya - dan saya tahu Anda mampu membeli seharga 10 dolar.”
4. Pernah jadi korban bully
Dalam wawancara di acara “60 Minutes” CNBC, Musk menceritakan bahwa dirinya pernah menjadi korban kekerasan dan perundungan (bullying) di saat ia bersekolah di sekolah dasar di Pretoria, Afrika Selatan. Sebagai seorang kutu buku dan siswa termuda dan terkecil di kelasnya, ia kerap menjadi target kenakalan teman-temannya.
Dalam buku Ashlee Vance yang dirilis pada 2015, Elon Musk: Tesla, SpaceX, and the Quest for a Fantastic Future, Musk mengatakan bahwa geng anak laki-laki kadang-kadang akan memburunya. Ia bahkan pernah didorong hingga jatuh di tangga dan harus dilarikan ke rumah sakit.
"Saya hampir dipukuli sampai mati,” kenangnya pada wawancara “60 Minutes”, seraya menambahkan bahwa semua pengalaman itu membuatnya mulai belajar melakukan karate, judo, dan gulat.
5. Pernah bertahan hidup dengan uang sebesar 1 dolar sehari
Pada saat baru pindah ke Amerika Utara, Musk pernah bertekad untuk bertahan hidup hanya dengan 1 dolar sehari atau sekitar Rp14 ribu saat ini. Ia dikabarkan membeli makanan dalam jumlah besar dan membaginya untuk beberapa hari agar bisa berhemat.
“Saya suka hotdog dan jeruk… [tetapi] Anda benar-benar bosan dengan hot dog dan jeruk setelah beberapa saat,” jelas Musk soal pengalamannya berhemat.






Komentar
Posting Komentar